Don’t Forward, People
Bagi sebagian orang, kata url forwarder sudah tidak asing di telinga. Url forwarder adalah sebuah alamat website “temporer”, yang bila dikunjungi, akan secara otomatis membawa semua orang yang mengunjunginya ke website kita sebenarnya, baik secara terang – terangan maupun tersamar.
Sekilas memang sepertinya url forwarder sangat menjanjikan. Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan olehnya, seperti tak terbatasnya alamat web yang bisa kita miliki. Intinya, banyak alamat banyak rejeki, itu kata orang-orang tua dulu.
Atau… apakah memang benar seperti itu?
Coba kita tengok analogi berikut ini:
Kita tahu bahwa search engine, secara berkala, akan menggunakan sebuah software penjelajah untuk berkelana mencari website – website yang ada di belantara internet. Software ini, yang sering disebut dengan “spider”, menggunakan semua link yang dia temukan untuk menentukan ke arah mana ia akan pergi selanjutnya.
Pada suatu ketika, spider ini akan mengunjungi website iklan – iklan baris dan menemukan url forwarder yang telah anda submit sebelumnya, misal “forwarder.com/website“.
Spider kita berpikir “okay, ini ada beberapa ratus link merujuk ke forwarder.com/website, pastinya website tersebut cukup asik. Bossku harus tau tentang website ini, pastinya website ini pantas diberi page rank dua atau lebih. Dan mungkin merekomendasikannya untuk tampil di halaman awal google.”
Lalu spider kita segera pergi ke forwarder.com/website untuk mendokumentasikan isi dari website tersebut. Tapi… betapa herannya dia sewaktu menemukan bahwa forwarder.com/website hanya berisi beberapa kata saja dan lebih parahnya lagi, hanya ada satu link di website itu. Link ini adalah link yang merujuk ke website-sebenarnya.com.
“Hmm… okay, ga apa-apa, aku akan tetap mencatat forwarder.com/website. Tapi, tentang website-sebenarnya.com, aku ga mau repot – repot. Dia ga begitu populer. Coba bayangkan, forwarder.com/website dirujuk oleh ratusan website lain, sedangkan website-sebenarnya.com hanya dirujuk oleh satu website saja. Ratusan vs satu. Jelas ga level. Kayaknya website-sebenarnya.com ga begitu populer, apalagi punya teman. Mungkin nanti saja aku melaporkannya ke boss, daripada aku malah kena marah.”
Dari peristiwa di atas, sebenarnya waktu, biaya dan usaha yang dihabiskan untuk mempromosikan forwarder.com/websiteku memang jelas akan terbayar. Namun, bagaimana dengan websiteku-sebenarnya.com ? Bukankah website milik kita ini adalah website yang seharusnya populer ?
That’s why, we dont recommend url forwarder
Tags: News, SEO






















November 11th, 2008 at 6:22 pm
Ini adalah salah satu layanan yang bisa memberikan apa yang kita cari selama ini!
Dan dapat membantu dalam memberi informasi kepada ratusan web tentang apa yang dapat kita tawarkan kepada para ngeneter.
Jadi saya jamin setelah menggunakan layanan ini anda pasti puas!
Terima Kasih.
November 12th, 2008 at 11:17 am
Never Thought about it before.
don’t know it hurt Our website so much
Never done it again.
November 13th, 2008 at 10:29 am
benar banget…
saya punya blog di blogspot yg saya forward ke alamat alias. sekarang nyesel karena begitu punya hosting sendiri, semua artikel terlanjur nge-link ke blogspot.